Ketika Hati Nurani tak Berkata “Ya” ^^ d
Yah, hari ini hari yang kunantikan. Berharap mendapatkan apa yang kuinginkan selama satu tahun ini dating di hari ini. Hmmphh..ternyata hal itu tidak datang,,aku malah mendapatkan yang lain,,yang tidak aku inginkan,,
INI ADALAH KESALAHANKU SENDIRI,BUKAN SALAH ORANG LAIN
Aku tidak menyampaikan apa yang aku inginkan,,
Yah, akhirnya aku mendapat nasehat lagi dari sahabatku
Seseorang akan mencapai kesuksesanya masing2 dengan cara yang berbeda :)
Fine lah,,tapi tetep aja ikhlas itu sulit
Tapi bisa
Bisa
Yaaaah,,bisa :)
Rabu, 18 Mei 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
AISYAH DAN USWAH
Aisyah, itulah namanya. Jika dilihat dari namanya mungkin yang kita pikirin adalah salah satu istri Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Tetapi yang akan diungkap kisahnya kali ini bukanlah beliau. Semoga aja gadis kecil ini nantinya bisa menjadi cermin sifat Aisyah sesungguhnya. Untuk yang kedua, namanya Uswah si gadis imut yang penurut. Semoga kelak bisa jadi suri tauladan yang baik. Amiin.
Inilah sepenggal kisahnya di hari Ahad, tepatnya saat mereka ngaji bareng di Birena (Bimbingan Remaja dan Anak – Anak), tempat bimbingan anak yatim dan dhuafa (walaupun ga semuanya). Kelas dimulai dengan reading time dimana anak – anak diberi kesempatan untuk membaca dan sebagian ada yang dibacakan oleh kakak pengajar, termasuk aku. Trus dilanjutin circle time, yaitu pembinaan tata cara ibadah (shalat) dan do’a pagi bersama. Hemm, pas raja siang udah tampak, dimulailah senam pagi. Dubidubida!!! adik – adik sangat bersemangat, terutama Aisyah. Gadis cilik berusia 7 tahun ini dengan beraninya tampil di depan dengan kakak instruktur. Dia bergerak dengan lincahnya. Gag disangka hujan pun turun,untung aja senamnya udah selesai. Sesi berikutnya yang seharusnya berkebun dilanjutkan dengan Bimbingan Ruhaniyah (Biru) mengingat kondisi yang gag memungkinkan.
Saat Biru, aku mimbrung aja di kelas satu dua dengan kakak senior yang emang wali kelas mereka, maklum aku masih magang selama tiga bulan.hehe. Aisyah mulai bandel nih disini. Senior dan lima adik lain termasuk Uswah udah milih tempat di pojok aula. Tapi, si Aisyah ini ngotot mau di serambi aula. Parahnya yang ditarik – tarik itu aku, ckck. Akhirnya dengan segala bujuk rayu, si gadis manja ini berhasil kutaklukkin. Dimulailah Biru dengan kisah “Jangan Sepelekan Kaum Lemah”. Kakak senior nyuruh para adik buat dengerin cerita itu dan nulis hikmahnya di kertas. Aisyah protes, “ Gag mau ah Teh, males nulis, ga bawa alat tulis”. Dia meluk tasnya dan ngotot dengan macem – macem alesan. Trus, saat yang lain duduk rapi buat dengerin cerita,diatiduran di lantaisambil terus meluk tasnya. Akhirnya, kubiarkan saja sampe dia nurutin perintah si kakak dengan sendirinya. Eh, udah bangun malah ganti nyandar di pangkuanku(hemm ni anak maunya apa cii?). Saat nulis, ternyata adik – adik belum ngerti buat nulisin hikmah cerita, digantilah dengan pertanyaan. Tak disangka semua jawaban yang ditulis Aisyah benar. Anak ini emang bener – bener cerdas. Tapi sayang, dia anak yang mau menang sendiri dan manja banget. Beda banget ma Uswah yang ngikutin Biru dengan tertib. Ia pun ga kalah pinter ma Aisyah.
Teng Teng Teng!! Saatya istirahat deh. Aku seperti dipermainkan anak kecil, hikz. Si manja minta aku boncengin naik sepeda. Yaudah kuturuti aja berhubung aku orangnya gag tegaan dan penyayang anak kecil,hohoo. Pas main sepeda,aku mulai tanya-tanya soal keluarganya. Ternyata keluarganya masih lengkap, bahkan ia punya kakak yang ikut Birena juga. Kakaknya, sebut saja Citra udah SMP. Aisyah bilang kalau dia gag pernah pergi bareng kakaknya, tapi malah bareng tetangganya soalnya kakaknya suka marah – marah. Dalam benakku berpikir,” Kalau dua anak dengan sifat yang sama seperti ini bareng pastilah akan ada perang dunia”. Lagi asyik maen sepeda, eh tiba – tiba galaknya muncul. Dia mintanaek sepeda sendiri. Aku khawatir kalau kenapa – napa.Pertama, dia adalah amanah dan sepeda pun milik orang lain. Karena dia marah – marah, akhirnya aku kasih sepedanya. Pas mau berhenti, dia ga bisa ngerem dan hampir nabrak salah satu senior. Dia marah bukan maen nyalahin kakak itu. Waduwh ni anak. Paraah!!
Uswah ngeliat aku bonceng Aisyah. Dia minta gantian dibonceng. Aku sih oke – oke aja. Tapi Aisyah ngebentak dan bilang, “Gag boleh!”. Apa boleh buat, akhirnya Uswah pergi dengan perasaan kecewa. Aku ngrasa kasihan, tapi Aisyah terus ngotot untuk dibonceng dan gag bisa dibujuk – bujuk lagi. “Keras sekali pendirianmu, Nak”, pikirku.
Kupikir urusan telah selesai, tapi jam istrahat yang belum kelar membuatku harus melakukan ini. Aisyah minta dianterin jajan. Dia gag mau beli sendiri dan terus narik – narik tanganku. Okelah, kuturuti lagi. Tapi ada perasaan gag enak sama senior dan adik – adik lain, termasuk Uswah yang juga deket sama aku sejak perdana ngajar. Abis beli, kugoda dia dengan nimta jajannya.Eh, taunya dia ngambek, lari ke kelas dan nangis. Waduwh, matilah aku. Hari ini buat seorang anak nangis. Aku coba bujuk biar gag marah, tapi malah tambah kenceng. Yaudah aku nyerah trus kutinggal. Tambah parah aja aku dilemparin makanan. Aduuh Ibuuk apa yang harus aku lakuin. Kata senior, “Biari aja”. Yaudah aku pergidan gabung sama anak – anak lain.Pas dia berhenti nangis,dia juga gabung ma temen – temenny dan kupikir dia nyeritain kenapa dia nangis soalnya temennya pada ngeliatin aku satu per satu. Tambah rumit aja ni masalah, sama anak kecil lagi. Biarin aja ah mereka. Hufh.
Selanjutnya Bi’ah ( Bina Qur'aniyah), kegiatan baca tulis Al Qur’an. Dari sini aku dapet satu cerita tentang Uswah dari temen seangkatan yang baru masuk Birena juga. Awalnya dia nanya, “Uswah kalau di rumah ngaji di luar ga?”. Gadis lembut itu bilang, “Gag Kak, di rumah aja”. ”Diajarin siapa?”. “ Sama ayah, dulu sama ibuk, tapi sekarang ibuk udah gag ada”, kata Uswah dengan senyum manisnya. Ya Allah aku terharu denger ini. Betapa kuat anak itu ngejalanin hidup. Pengorbanan kami ngajar dari pagi sampe sore belum seberapa dengan apa yang mereka lakuin buat nuntut ilmu, bahkan rumah mereka lebih jauh daripada tempat tinggal kami.
Abis itu kami sharing soal Aisyah, temanku bilang apa yang dia tau dari senior kalau Aisyah dan kakaknya emang kaya gitu. Kayaknya mereka dari keluarga kaya yang biasa dimanja. Bahkan ada cerita kalau dulu saat semua disuruh berkelompok buat nulis sifat buruk temennya, Citra dapet daftar catatan buruk terbanyak. Gag disangka, kertas itu dirobek trus ia pergi sambil nangis. Hemm, aku makin ngerti dengan karakter anak, tapi belum dapet solusi.
Tiba sesi games, aku belum damai sama Aisyah yang imut dan manja. Dia melototin aku terus, tapi aku kasih dia senyum manisku(hehe), dia malah keliatan sebel.hihi. Di sesi berikutnya, yaitu kreativitas, para adik diajarin buat name tag . Aisyah tampak kerepotan, akhirnya aku deketin aja dengan niat mau bantu. Anehnya, ni anak gag luluh juga. Aku terus dibentak. Kebetulan kelompok Uswah ada di deketku, aku ikut kesitu bareng temenku yang cerita tadi. Di sini aku ngrasa sikap Uswah ke aku yang gag kayak biasanya. Dia agak galak sama aku dan lebih manja – manja ke temenku. Aku jadi ngrasa bersalah. Hummm. Pas kami butuh gunting, aku coba pinjam ke Aisyah, tapi gag boleh. Yaudah aku biarin aja. Beberapa detik kemudiaaaan, tiba – tiba Aisyah nyenggol aku trus nglempar gunting. Dia bilang, “Nih, tapi gag boleh galak – galak lagi”. Ckck anak ini, aku iyakan aja kata – katanya dan akhirnya aku bantuin dia. Dan damailah kami. Ckiki.
Selesailah serangkaian acara buat adik – adik. Bimbingan remaja (SMP SMA) dilanjutin sampe sore oleh pengampu. Sementara yang lain evaluasi. Di sini kembali Aisyah menjadi icon. Kata senior kalau ada anak yang nangis dibiarin aja trus buat para pengajar harus punya aturan tegas. Kalau ada adik yang nangis dibiarin aja soalnya kalau dideketin malah tambah nangis.Dan satu hal lagi yang penting, Aisyah emang gitu sifatnya jadi kita sebagai pengajar jangan sampai bersikap terlalu baik atau pun terlalu tidak baik kepada adik.
Itulah kisah dua adik yang lucu. Banyak hikmah yang bisa diambil dari sini. Silahkan temukan sendiri. Diminta juga solusi – solusi dari temen – temen untuk adik – adik di atas. Mungkin masih banyak karakter lain, tapi belum terlalu kelihatan karena aku elum akrab ma mereka,hehe. Dan buat pemberitahuan, buat temen – temen yang mau menjadi donator, baik tetap maupun tidak tetap untuk pembinaan adik – adik bisa hubungi aku. Dalam hadits disebutkan bahwa, “ Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) seperti dua jari ini (Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan tengah dan merapatkan keduanya) di surga nanti” (HR. Bukhari).
Bogor, 2 Maret 2010
Asrama TPB IPB Gedung A3 No. 351
*nb : belakangan ini aku tahu Uswah itu punya seorang Ibu, tapi aku tidak tahu mana yang benar, cerita temanku atau sebaliknya.
Inilah sepenggal kisahnya di hari Ahad, tepatnya saat mereka ngaji bareng di Birena (Bimbingan Remaja dan Anak – Anak), tempat bimbingan anak yatim dan dhuafa (walaupun ga semuanya). Kelas dimulai dengan reading time dimana anak – anak diberi kesempatan untuk membaca dan sebagian ada yang dibacakan oleh kakak pengajar, termasuk aku. Trus dilanjutin circle time, yaitu pembinaan tata cara ibadah (shalat) dan do’a pagi bersama. Hemm, pas raja siang udah tampak, dimulailah senam pagi. Dubidubida!!! adik – adik sangat bersemangat, terutama Aisyah. Gadis cilik berusia 7 tahun ini dengan beraninya tampil di depan dengan kakak instruktur. Dia bergerak dengan lincahnya. Gag disangka hujan pun turun,untung aja senamnya udah selesai. Sesi berikutnya yang seharusnya berkebun dilanjutkan dengan Bimbingan Ruhaniyah (Biru) mengingat kondisi yang gag memungkinkan.
Saat Biru, aku mimbrung aja di kelas satu dua dengan kakak senior yang emang wali kelas mereka, maklum aku masih magang selama tiga bulan.hehe. Aisyah mulai bandel nih disini. Senior dan lima adik lain termasuk Uswah udah milih tempat di pojok aula. Tapi, si Aisyah ini ngotot mau di serambi aula. Parahnya yang ditarik – tarik itu aku, ckck. Akhirnya dengan segala bujuk rayu, si gadis manja ini berhasil kutaklukkin. Dimulailah Biru dengan kisah “Jangan Sepelekan Kaum Lemah”. Kakak senior nyuruh para adik buat dengerin cerita itu dan nulis hikmahnya di kertas. Aisyah protes, “ Gag mau ah Teh, males nulis, ga bawa alat tulis”. Dia meluk tasnya dan ngotot dengan macem – macem alesan. Trus, saat yang lain duduk rapi buat dengerin cerita,diatiduran di lantaisambil terus meluk tasnya. Akhirnya, kubiarkan saja sampe dia nurutin perintah si kakak dengan sendirinya. Eh, udah bangun malah ganti nyandar di pangkuanku(hemm ni anak maunya apa cii?). Saat nulis, ternyata adik – adik belum ngerti buat nulisin hikmah cerita, digantilah dengan pertanyaan. Tak disangka semua jawaban yang ditulis Aisyah benar. Anak ini emang bener – bener cerdas. Tapi sayang, dia anak yang mau menang sendiri dan manja banget. Beda banget ma Uswah yang ngikutin Biru dengan tertib. Ia pun ga kalah pinter ma Aisyah.
Teng Teng Teng!! Saatya istirahat deh. Aku seperti dipermainkan anak kecil, hikz. Si manja minta aku boncengin naik sepeda. Yaudah kuturuti aja berhubung aku orangnya gag tegaan dan penyayang anak kecil,hohoo. Pas main sepeda,aku mulai tanya-tanya soal keluarganya. Ternyata keluarganya masih lengkap, bahkan ia punya kakak yang ikut Birena juga. Kakaknya, sebut saja Citra udah SMP. Aisyah bilang kalau dia gag pernah pergi bareng kakaknya, tapi malah bareng tetangganya soalnya kakaknya suka marah – marah. Dalam benakku berpikir,” Kalau dua anak dengan sifat yang sama seperti ini bareng pastilah akan ada perang dunia”. Lagi asyik maen sepeda, eh tiba – tiba galaknya muncul. Dia mintanaek sepeda sendiri. Aku khawatir kalau kenapa – napa.Pertama, dia adalah amanah dan sepeda pun milik orang lain. Karena dia marah – marah, akhirnya aku kasih sepedanya. Pas mau berhenti, dia ga bisa ngerem dan hampir nabrak salah satu senior. Dia marah bukan maen nyalahin kakak itu. Waduwh ni anak. Paraah!!
Uswah ngeliat aku bonceng Aisyah. Dia minta gantian dibonceng. Aku sih oke – oke aja. Tapi Aisyah ngebentak dan bilang, “Gag boleh!”. Apa boleh buat, akhirnya Uswah pergi dengan perasaan kecewa. Aku ngrasa kasihan, tapi Aisyah terus ngotot untuk dibonceng dan gag bisa dibujuk – bujuk lagi. “Keras sekali pendirianmu, Nak”, pikirku.
Kupikir urusan telah selesai, tapi jam istrahat yang belum kelar membuatku harus melakukan ini. Aisyah minta dianterin jajan. Dia gag mau beli sendiri dan terus narik – narik tanganku. Okelah, kuturuti lagi. Tapi ada perasaan gag enak sama senior dan adik – adik lain, termasuk Uswah yang juga deket sama aku sejak perdana ngajar. Abis beli, kugoda dia dengan nimta jajannya.Eh, taunya dia ngambek, lari ke kelas dan nangis. Waduwh, matilah aku. Hari ini buat seorang anak nangis. Aku coba bujuk biar gag marah, tapi malah tambah kenceng. Yaudah aku nyerah trus kutinggal. Tambah parah aja aku dilemparin makanan. Aduuh Ibuuk apa yang harus aku lakuin. Kata senior, “Biari aja”. Yaudah aku pergidan gabung sama anak – anak lain.Pas dia berhenti nangis,dia juga gabung ma temen – temenny dan kupikir dia nyeritain kenapa dia nangis soalnya temennya pada ngeliatin aku satu per satu. Tambah rumit aja ni masalah, sama anak kecil lagi. Biarin aja ah mereka. Hufh.
Selanjutnya Bi’ah ( Bina Qur'aniyah), kegiatan baca tulis Al Qur’an. Dari sini aku dapet satu cerita tentang Uswah dari temen seangkatan yang baru masuk Birena juga. Awalnya dia nanya, “Uswah kalau di rumah ngaji di luar ga?”. Gadis lembut itu bilang, “Gag Kak, di rumah aja”. ”Diajarin siapa?”. “ Sama ayah, dulu sama ibuk, tapi sekarang ibuk udah gag ada”, kata Uswah dengan senyum manisnya. Ya Allah aku terharu denger ini. Betapa kuat anak itu ngejalanin hidup. Pengorbanan kami ngajar dari pagi sampe sore belum seberapa dengan apa yang mereka lakuin buat nuntut ilmu, bahkan rumah mereka lebih jauh daripada tempat tinggal kami.
Abis itu kami sharing soal Aisyah, temanku bilang apa yang dia tau dari senior kalau Aisyah dan kakaknya emang kaya gitu. Kayaknya mereka dari keluarga kaya yang biasa dimanja. Bahkan ada cerita kalau dulu saat semua disuruh berkelompok buat nulis sifat buruk temennya, Citra dapet daftar catatan buruk terbanyak. Gag disangka, kertas itu dirobek trus ia pergi sambil nangis. Hemm, aku makin ngerti dengan karakter anak, tapi belum dapet solusi.
Tiba sesi games, aku belum damai sama Aisyah yang imut dan manja. Dia melototin aku terus, tapi aku kasih dia senyum manisku(hehe), dia malah keliatan sebel.hihi. Di sesi berikutnya, yaitu kreativitas, para adik diajarin buat name tag . Aisyah tampak kerepotan, akhirnya aku deketin aja dengan niat mau bantu. Anehnya, ni anak gag luluh juga. Aku terus dibentak. Kebetulan kelompok Uswah ada di deketku, aku ikut kesitu bareng temenku yang cerita tadi. Di sini aku ngrasa sikap Uswah ke aku yang gag kayak biasanya. Dia agak galak sama aku dan lebih manja – manja ke temenku. Aku jadi ngrasa bersalah. Hummm. Pas kami butuh gunting, aku coba pinjam ke Aisyah, tapi gag boleh. Yaudah aku biarin aja. Beberapa detik kemudiaaaan, tiba – tiba Aisyah nyenggol aku trus nglempar gunting. Dia bilang, “Nih, tapi gag boleh galak – galak lagi”. Ckck anak ini, aku iyakan aja kata – katanya dan akhirnya aku bantuin dia. Dan damailah kami. Ckiki.
Selesailah serangkaian acara buat adik – adik. Bimbingan remaja (SMP SMA) dilanjutin sampe sore oleh pengampu. Sementara yang lain evaluasi. Di sini kembali Aisyah menjadi icon. Kata senior kalau ada anak yang nangis dibiarin aja trus buat para pengajar harus punya aturan tegas. Kalau ada adik yang nangis dibiarin aja soalnya kalau dideketin malah tambah nangis.Dan satu hal lagi yang penting, Aisyah emang gitu sifatnya jadi kita sebagai pengajar jangan sampai bersikap terlalu baik atau pun terlalu tidak baik kepada adik.
Itulah kisah dua adik yang lucu. Banyak hikmah yang bisa diambil dari sini. Silahkan temukan sendiri. Diminta juga solusi – solusi dari temen – temen untuk adik – adik di atas. Mungkin masih banyak karakter lain, tapi belum terlalu kelihatan karena aku elum akrab ma mereka,hehe. Dan buat pemberitahuan, buat temen – temen yang mau menjadi donator, baik tetap maupun tidak tetap untuk pembinaan adik – adik bisa hubungi aku. Dalam hadits disebutkan bahwa, “ Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) seperti dua jari ini (Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan tengah dan merapatkan keduanya) di surga nanti” (HR. Bukhari).
Bogor, 2 Maret 2010
Asrama TPB IPB Gedung A3 No. 351
*nb : belakangan ini aku tahu Uswah itu punya seorang Ibu, tapi aku tidak tahu mana yang benar, cerita temanku atau sebaliknya.
Tokoh Inspiratifku ( Aisyah r.a. )
Dia adalah gurunya kaum laki-laki, seorang wanita yang suka kebenaran, putri dari seorang laki-laki yang suka kebenaran, yaitu Khalifah Abu Bakar dari suku Quraisy At-Taimiyyah di Makkah, ibunda kaum mukmin, istri pemimpin seluruh manusia, istri Nabi yang paling dicintai, sekaligus putri dari laki-laki yang paling dicintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Ini terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, bahwa ‘Amr bin ‘Ash Rodhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: “Siapakah orang yang paling engkau cintai, wahai Rasulullah?” Rasul menjawab: ”’Aisyah.” ‘Amr bertanya lagi: “Kalau laki-¬laki?” Rasul menjawab: “Ayahnya.
Selain itu Aisyah adalah wanita yang dibersihkan namanya langsung dari atas langit ketujuh. Dia juga adalah wanita yang telah membuktikan kepada dunia sejak 14 abad yang lalu bahwa seorang wanita memungkinkan untuk lebih pandai daripada kaum laki-laki dalam bidang politik atau strategi perang.Wanita ini bukan lulusan perguruan tinggi dan juga tidak pernah belajar dari para orientalis dan dunia Barat. Ia adalah murid dan alumni madrasah kenabian dan madrasah iman. Sejak kecil ia sudah diasuh oleh seorang yang paling utama, yaitu ayahnya, Abu Bakar. Ketika menginjak dewasa ia diasuh oleh seorang nabi dan guru umat manusia, yaitu suaminya sendiri, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, terkumpullah dalam dirinya ilmu, keutamaan, dan keterangan-keterangan yang menjadi referensi manusia sampai saat ini. Teks hadits-hadits yang diriwayatkannya selalu menjadi bahan kajian di fakultas¬-fakultas sastra, sebagai kalimat yang begitu tinggi nilai sastranya. Ucapan dan fatwanya selalu menjadi bahan kajian di fakultas-fakultas agama, sedang tindakan-tindakannya menjadi materi penting bagi setiap pengajar mata pelajaran/mata kuliah sejarah bangsa Arab dan Islam.
Pernikahan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengannya merupakan perintah langsung dari Allah ‘Azza wa jalla setelah wafatnya Khadijah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari ‘Aisyah Rodhiallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ‘Aku pernah melihat engkau dalam mimpiku tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahimu). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata: ‘Ini adalah istrimu’. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau (’Aisyah), aku lalu berkata: ‘Jika mimpi ini benar dari Allah, kelak pasti akan menjadi kenyataan.”’
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi ‘Aisyah dan Saudah pada waktu yang bersamaan. Hanya saja pada saat itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup serumah dengan ‘Aisyah. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup serumah dengan Saudah, tepatnya pada bulan Syawal setelah perang Badar, barulah beliau hidup serumah dengan ‘Aisyah. ‘Aisyah menempati salah satu kamar yang terletak di komplek Masjid Nabawi. yang terbuat dari batu bata dan beratapkan pelepah kurma. Alas tidurnya hanyalah kulit hewan yang diisi rumput kering, alas duduknya berupa tikar, sedang tirai kamarnya terbuat dari bulu hewan. Di rumah yang sederhana itulah ‘Aisyah memulai kehidupan sebagai istri yang kelak akan menjadi perbincangan dalam sejarah.
Pernikahan bagi seorang wanita adalah sesuatu yang utama dan penting. Setelah menikah, seorang wanita akan menjadi istri dan selanjutnya akan menjadi seorang ibu. Kekayaan dunia sebanyak apa pun, kemuliaan setinggi awan, kepandaian yang tak tertandingi, dan jabatan yang begitu tinggi, sekali-kali tidak akan ada artinya bagi seorang wanita jika tidak menikah dan tidak mempunyai suami, sebab tidaklah mungkin bahagia seseorang yang berpaling dari fitrahnya.
Dalam kehidupan berumah tangga, ‘Aisyah merupakan guru bagi setiap wanita di dunia sepanjang masa. Ia adalah sebaik-baik istri dalam bersikap ramah kepada suami, menghibur hatinya, dan menghilangkan derita suami yang berasal dari luar rumah, baik yang disebabkan karena pahitnya kehidupan maupun karena rintangan dan hambatan yang ditemui ketika menjalankan tugas agama.
‘Aisyah adalah seorang istri yang paling berjiwa mulia, dermawan, dan sabar dalam mengarungi kehidupan bersama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam yang serba kekurangan, hingga pernah dalam jangka waktu yang lama di dapurnya tidak terlihat adanya api untuk pemanggangan roti atau keperluan masak lainnya. Selama itu mereka hanya makan kurma dan minum air putih.Ketika kaum muslim telah menguasai berbagai pelosok negeri dan kekayaan datang melimpah, ‘Aisyah pernah diberi uang seratus ribu dirham. Uang itu langsung ia bagikan kepada orang-orang hingga tak tersisa sekeping pun di tangannya, padahal pada waktu itu di rumahnya tidak ada apa-apa dan saat itu ia sedang berpuasa. Salah seorang pelayannya berkata: “Alangkah baiknya kalau engkau membeli sekerat daging meski¬pun satu dirham saja untuk berbuka puasa!” Ia menjawab: “Seandainya engkau katakan hal itu dari tadi, niscaya aku melakukannya.
Dia adalah wanita yang tidak disengsarakan oleh kemiskinan dan tidak dilalaikan oleh kekayaan. Ia selalu menjaga kemuliaan dirinya, sehingga dunia dalam pandangannya adalah rendah nilainya. Datang dan perginya dunia tidaklah dihiraukannya. Dia adalah sebaik-baik istri yang amat memperhatikan dan memanfaatkan pertemuan langsung dengan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, sehingga dia menguasai berbagai ilmu dan memiliki kefasihan berbicara yang menjadikan dirinya sebagai guru para shahabat dan sebagai rujukan untuk memahami Hadits, sunnah, dan fiqih. Az-Zuhri berkata: “Seandainya ilmu semua wanita disatu¬kan, lalu dibandingkan dengan ilmu ‘Aisyah, tentulah ilmu ‘Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka.”
Hisyam bin ‘Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: “Sungguh aku telah banyak belajar dari ‘Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada ‘Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya: ‘Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?’ ‘Aisyah menjawab: ‘Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu; ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu; dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan menghafalnya."
Dalam riwayat lain dari A’masy, dari Abu Dhuha dari Masruq, Abu Dhuha berkata: “Kami pernah bertanya kepada Masruq: ‘Apakah ‘Aisyah juga menguasai ilmu faraidh?’ Dia menjawab: ‘Demi Allah, aku pernah melihat para shahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang senior biasa bertanya kepada ‘Aisyah tentang faraidh. “
Selain memiliki berbagai keutamaan dan kemuliaan, ‘Aisyah juga memiliki kekurangan, yakni memiliki sifat gampang cemburu. Bahkan dia termasuk istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang paling besar rasa cemburunya. Rasa cemburu memang termasuk sifat pembawaan seorang wanita. Namun demikian, perasaan cemburu yang ada pada ‘Aisyah masih berada dalam batas yang wajar dan selalu mendapat bimbingan dari Nabi, sehingga tidak sampai melampaui batas dan tidak sampai menyakiti istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang lain.
Di antara kejadian paling menggelisahkan yang pernah menimpa ‘Aisyah adalah tuduhan keji yang terkenal dengan sebutan Haditsul ifki (berita bohong) yang dituduhkan kepadanya, padahal diri ‘Aisyah sangat jauh dengan apa yang dituduhkan itu. Akhirnya, turunlah ayat Al-Qur’an yang menerangkan kesucian dirinya. Cobaan yang menimpa wanita yang amat utama ini merupakan pelajaran berharga bagi setiap wanita, karena tidak ada wanita di dunia ini yang bebas dari tuduhan buruk.
Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya dari haji Wada’ dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, setelah dirasa selesai dalam menunaikan amanat dan menyampaikan risalah, beliau lalu berkeliling kepada istri-istrinya sebagaimana biasa. Pada saat membagi jatah giliran kepada istri-istrinya itu beliau selalu bertanya: “Di mana saya besok? Di mana saya lusa?” Hal ini mengisyaratkan bahwa beliau ingin segera sampai pada hari giliran ‘Aisyah. Para istri Nabi yang lain pun bisa mengerti hal itu dan merelakan Nabi untuk tinggal di tempat istri yang mana yang beliau sukai selama sakit, sehingga mereka semuanya berkata: “Ya Rasulullah, kami rela memberikan jatah giliran kami kepada ‘Aisyah. Kekasih Allah itu pun pindah ke rumah istri tercintanya. Di sana ‘Aisyah dengan setia menjaga dan merawat beliau. Bahkan saking cintanya, sakit yang diderita Nabi itu rela ‘Aisyah tebus dengan dirinya kalau memang hal itu memungkinkan. ‘Aisyah berkata: “Aku rela menjadikan diriku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah.” Tak lama kemudian Rasul pun wafat di atas pangkuan ‘Aisyah.
‘Aisyah melukiskan detik-detik terakhir dari kehidupan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau bersandar di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar (saudaraku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak tersebut, sehingga aku mengira bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus), kukebutkan, dan kubereskan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Selanjutnya, siwak itu kuberikan kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum pernah aku melihat cara bersiwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau bermaksud memberikannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendo’akan beliau dengan do’a yang biasa diucapkan Jibril untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (Alloohumma robban naasi… dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca do’a tersebut, melainkan beliau mengarahkan pandangannya ke atas, lalu membaca do’a: ‘Arrofiiqol a’laa (Ya Allah, kumpulkanlah aku di surga bersama mereka yang derajatnya paling tinggi: para nabi, shiddiqin, syuhada’, dan shalihin). Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan air liurku dengan air liur beliau pada penghabisan hari beliau di dunia.
Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di kamar ‘Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Sepeninggal Rasulullah, ‘Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta’lim baik kepada kaum laki-laki maupun wanita (di rumahnya) dan banyak berperan serta dalam mengukir sejarah Islam sampai wafatnya. ‘Aisyah wafat pada malam Selasa bulan Ramadhan tahun 57 Hijriyah pada usia 66 tahun.
Wallahu a'lam bishshawab..
Selain itu Aisyah adalah wanita yang dibersihkan namanya langsung dari atas langit ketujuh. Dia juga adalah wanita yang telah membuktikan kepada dunia sejak 14 abad yang lalu bahwa seorang wanita memungkinkan untuk lebih pandai daripada kaum laki-laki dalam bidang politik atau strategi perang.Wanita ini bukan lulusan perguruan tinggi dan juga tidak pernah belajar dari para orientalis dan dunia Barat. Ia adalah murid dan alumni madrasah kenabian dan madrasah iman. Sejak kecil ia sudah diasuh oleh seorang yang paling utama, yaitu ayahnya, Abu Bakar. Ketika menginjak dewasa ia diasuh oleh seorang nabi dan guru umat manusia, yaitu suaminya sendiri, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, terkumpullah dalam dirinya ilmu, keutamaan, dan keterangan-keterangan yang menjadi referensi manusia sampai saat ini. Teks hadits-hadits yang diriwayatkannya selalu menjadi bahan kajian di fakultas¬-fakultas sastra, sebagai kalimat yang begitu tinggi nilai sastranya. Ucapan dan fatwanya selalu menjadi bahan kajian di fakultas-fakultas agama, sedang tindakan-tindakannya menjadi materi penting bagi setiap pengajar mata pelajaran/mata kuliah sejarah bangsa Arab dan Islam.
Pernikahan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengannya merupakan perintah langsung dari Allah ‘Azza wa jalla setelah wafatnya Khadijah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari ‘Aisyah Rodhiallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ‘Aku pernah melihat engkau dalam mimpiku tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahimu). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata: ‘Ini adalah istrimu’. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau (’Aisyah), aku lalu berkata: ‘Jika mimpi ini benar dari Allah, kelak pasti akan menjadi kenyataan.”’
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menikahi ‘Aisyah dan Saudah pada waktu yang bersamaan. Hanya saja pada saat itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung hidup serumah dengan ‘Aisyah. Setelah kurang lebih tiga tahun hidup serumah dengan Saudah, tepatnya pada bulan Syawal setelah perang Badar, barulah beliau hidup serumah dengan ‘Aisyah. ‘Aisyah menempati salah satu kamar yang terletak di komplek Masjid Nabawi. yang terbuat dari batu bata dan beratapkan pelepah kurma. Alas tidurnya hanyalah kulit hewan yang diisi rumput kering, alas duduknya berupa tikar, sedang tirai kamarnya terbuat dari bulu hewan. Di rumah yang sederhana itulah ‘Aisyah memulai kehidupan sebagai istri yang kelak akan menjadi perbincangan dalam sejarah.
Pernikahan bagi seorang wanita adalah sesuatu yang utama dan penting. Setelah menikah, seorang wanita akan menjadi istri dan selanjutnya akan menjadi seorang ibu. Kekayaan dunia sebanyak apa pun, kemuliaan setinggi awan, kepandaian yang tak tertandingi, dan jabatan yang begitu tinggi, sekali-kali tidak akan ada artinya bagi seorang wanita jika tidak menikah dan tidak mempunyai suami, sebab tidaklah mungkin bahagia seseorang yang berpaling dari fitrahnya.
Dalam kehidupan berumah tangga, ‘Aisyah merupakan guru bagi setiap wanita di dunia sepanjang masa. Ia adalah sebaik-baik istri dalam bersikap ramah kepada suami, menghibur hatinya, dan menghilangkan derita suami yang berasal dari luar rumah, baik yang disebabkan karena pahitnya kehidupan maupun karena rintangan dan hambatan yang ditemui ketika menjalankan tugas agama.
‘Aisyah adalah seorang istri yang paling berjiwa mulia, dermawan, dan sabar dalam mengarungi kehidupan bersama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam yang serba kekurangan, hingga pernah dalam jangka waktu yang lama di dapurnya tidak terlihat adanya api untuk pemanggangan roti atau keperluan masak lainnya. Selama itu mereka hanya makan kurma dan minum air putih.Ketika kaum muslim telah menguasai berbagai pelosok negeri dan kekayaan datang melimpah, ‘Aisyah pernah diberi uang seratus ribu dirham. Uang itu langsung ia bagikan kepada orang-orang hingga tak tersisa sekeping pun di tangannya, padahal pada waktu itu di rumahnya tidak ada apa-apa dan saat itu ia sedang berpuasa. Salah seorang pelayannya berkata: “Alangkah baiknya kalau engkau membeli sekerat daging meski¬pun satu dirham saja untuk berbuka puasa!” Ia menjawab: “Seandainya engkau katakan hal itu dari tadi, niscaya aku melakukannya.
Dia adalah wanita yang tidak disengsarakan oleh kemiskinan dan tidak dilalaikan oleh kekayaan. Ia selalu menjaga kemuliaan dirinya, sehingga dunia dalam pandangannya adalah rendah nilainya. Datang dan perginya dunia tidaklah dihiraukannya. Dia adalah sebaik-baik istri yang amat memperhatikan dan memanfaatkan pertemuan langsung dengan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, sehingga dia menguasai berbagai ilmu dan memiliki kefasihan berbicara yang menjadikan dirinya sebagai guru para shahabat dan sebagai rujukan untuk memahami Hadits, sunnah, dan fiqih. Az-Zuhri berkata: “Seandainya ilmu semua wanita disatu¬kan, lalu dibandingkan dengan ilmu ‘Aisyah, tentulah ilmu ‘Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka.”
Hisyam bin ‘Urwah meriwayatkan dari ayahnya, ia berkata: “Sungguh aku telah banyak belajar dari ‘Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada ‘Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya: ‘Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?’ ‘Aisyah menjawab: ‘Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu; ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu; dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan menghafalnya."
Dalam riwayat lain dari A’masy, dari Abu Dhuha dari Masruq, Abu Dhuha berkata: “Kami pernah bertanya kepada Masruq: ‘Apakah ‘Aisyah juga menguasai ilmu faraidh?’ Dia menjawab: ‘Demi Allah, aku pernah melihat para shahabat Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang senior biasa bertanya kepada ‘Aisyah tentang faraidh. “
Selain memiliki berbagai keutamaan dan kemuliaan, ‘Aisyah juga memiliki kekurangan, yakni memiliki sifat gampang cemburu. Bahkan dia termasuk istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang paling besar rasa cemburunya. Rasa cemburu memang termasuk sifat pembawaan seorang wanita. Namun demikian, perasaan cemburu yang ada pada ‘Aisyah masih berada dalam batas yang wajar dan selalu mendapat bimbingan dari Nabi, sehingga tidak sampai melampaui batas dan tidak sampai menyakiti istri Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang lain.
Di antara kejadian paling menggelisahkan yang pernah menimpa ‘Aisyah adalah tuduhan keji yang terkenal dengan sebutan Haditsul ifki (berita bohong) yang dituduhkan kepadanya, padahal diri ‘Aisyah sangat jauh dengan apa yang dituduhkan itu. Akhirnya, turunlah ayat Al-Qur’an yang menerangkan kesucian dirinya. Cobaan yang menimpa wanita yang amat utama ini merupakan pelajaran berharga bagi setiap wanita, karena tidak ada wanita di dunia ini yang bebas dari tuduhan buruk.
Ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sakit sekembalinya dari haji Wada’ dan merasa bahwa ajalnya sudah dekat, setelah dirasa selesai dalam menunaikan amanat dan menyampaikan risalah, beliau lalu berkeliling kepada istri-istrinya sebagaimana biasa. Pada saat membagi jatah giliran kepada istri-istrinya itu beliau selalu bertanya: “Di mana saya besok? Di mana saya lusa?” Hal ini mengisyaratkan bahwa beliau ingin segera sampai pada hari giliran ‘Aisyah. Para istri Nabi yang lain pun bisa mengerti hal itu dan merelakan Nabi untuk tinggal di tempat istri yang mana yang beliau sukai selama sakit, sehingga mereka semuanya berkata: “Ya Rasulullah, kami rela memberikan jatah giliran kami kepada ‘Aisyah. Kekasih Allah itu pun pindah ke rumah istri tercintanya. Di sana ‘Aisyah dengan setia menjaga dan merawat beliau. Bahkan saking cintanya, sakit yang diderita Nabi itu rela ‘Aisyah tebus dengan dirinya kalau memang hal itu memungkinkan. ‘Aisyah berkata: “Aku rela menjadikan diriku, ayahku, dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah.” Tak lama kemudian Rasul pun wafat di atas pangkuan ‘Aisyah.
‘Aisyah melukiskan detik-detik terakhir dari kehidupan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut: “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau bersandar di dadaku. Sesaat sebelum beliau wafat, ‘Abdur Rahman bin Abu Bakar (saudaraku) datang menemuiku sambil membawa siwak, kemudian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam melihat siwak tersebut, sehingga aku mengira bahwa beliau menginginkannya. Siwak itu pun aku minta, lalu kukunyah (supaya halus), kukebutkan, dan kubereskan sebaik-baiknya sehingga siap dipakai. Selanjutnya, siwak itu kuberikan kepada Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun bersiwak dengan sebaik-baiknya, sehingga belum pernah aku melihat cara bersiwak beliau sebaik itu. Setelah itu beliau bermaksud memberikannya kembali kepadaku, namun tangan beliau lemas. Aku pun mendo’akan beliau dengan do’a yang biasa diucapkan Jibril untuk beliau dan yang selalu beliau baca bila beliau sedang sakit. (Alloohumma robban naasi… dst.) Akan tetapi, saat itu beliau tidak membaca do’a tersebut, melainkan beliau mengarahkan pandangannya ke atas, lalu membaca do’a: ‘Arrofiiqol a’laa (Ya Allah, kumpulkanlah aku di surga bersama mereka yang derajatnya paling tinggi: para nabi, shiddiqin, syuhada’, dan shalihin). Segala puji bagi Allah yang telah menyatukan air liurku dengan air liur beliau pada penghabisan hari beliau di dunia.
Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam dimakamkan di kamar ‘Aisyah, tepat di tempat beliau meninggal. Sepeninggal Rasulullah, ‘Aisyah banyak menghabiskan waktunya untuk memberikan ta’lim baik kepada kaum laki-laki maupun wanita (di rumahnya) dan banyak berperan serta dalam mengukir sejarah Islam sampai wafatnya. ‘Aisyah wafat pada malam Selasa bulan Ramadhan tahun 57 Hijriyah pada usia 66 tahun.
Wallahu a'lam bishshawab..
Jumat, 18 Maret 2011
Kasih Sayang Tulus seorang Ibu
Ummi yaa lahnan a’syaqohu wanasyidan dauman ansyuduhu
Fikulli makanin adzkuruhu wa-azhollu azhollu uroddiduhu
Ummi yaa ruuhi wa-hayati yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...
Allohu ta'aala aushoni fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani...
Ismuki manquusyun fi qolbi Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy..
Tepat pukul 21.14 di ruangan 2,25mx2,25m ini aku menitikan air mata karena kerinduanku pada sosok yang sangat berarti bagiku. Beliau adalah orang yang banyak berkorban untukku dan keluargaku. “IBUUUKK aku kangen banget”, jerit dari palung hatiku. Tapi, aku tak mungkin menelpon atau mengirim sms malam-malam begini. Aku takut mengganggu istirahatmu, Bu. Aku takut membuatmu khawatir. Apalagi jika engkau mendengar isak tangisku karena merindukanmu.
Ibuk, maaf aku sering lalai dalam menjalankan amanahku di perguruan tinggi ini, padahal engkau hanya ingin melihatku menjadi seorang SARJANA. Hanya sebuah kata yang berarti, SARJANA. Aku telah banyak menyia nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, Bu. Bahkan hari ini seharusnya aku berangkat kursus, tapi karena alasan kesehatan aku tidak berangkat. Padahal dari awal pembayaran aku hanya sempat berangkat sekali, entah itu karena alasan rapat, sakit, bahkan malas, aku tidak menunaikan janjiku padamu. Aku ingat dulu kettika meminta uang pembayaran kursus, dengan sangat ngotot aku minta agar engkau segera mengirimkan uang dengan jumlah yang begitu bernilai. Aku tak tahu engkau mengusahakan darimana uang itu, apakah uang sendiri atau meminjam pada tetangga untuk memenuhi keinginanku.
Kemarin, kurang lebih tiga minggu aku sakit. Sakit karena kesalahanku sendiri yang tidak mengatur pola makan di tengah kesibukan yang ada. Serangan Salmonella thyposa kualami selama 2 minggu. Sudah cukup banyak kuhabiskan uang dari rumah. Tetapi, setelah sembuh aku kembali telat makan dan sibuk lagi dengan agenda – agendaku. Kemudian sakit lagi selama 1 minggu dan kembali merogoh kocekmu. Ibu, aku minta maaf sebesar – besarnya padamu. Aku telah banyak merepotkanmu tanpa pernah memberimu kebahagiaan. Hingga saat teman – temanku telah sukses dan berprestasi aku belum bisa memberikan sesuatu yang bisa membuatmu tersenyum.
Sekilas teringat di kala engkau membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kami. Engkau korbankan waktu yang seharusnya bisa kau gunakan untuk merilekskan diri atau sekedar meluruskan punggung karena begitu banyaknya tugas rumah yang kau kerjakan setiap harinya. Tapi, kau tetap berjuang untuk membantu Bapak bekerja. Maaf ya Bu, aku harus membiarkanmu seperti ini. Di umurku yang sudah 19 tahun, aku belum mampu membuatmu duduk manis di rumah, padahal kau telah mengandungku selama 9 bulan, membesarkanku hingga kini. Hingga aku berumur 19 tahun kau masih sering menasihatiku. Betapa aku ini masih seperti anak kecil.
Kasih sayangmu selalu ada untukku. Tapi, kadang aku tidak mempedulikanmu di kala sedang asyik dengan teman-teman. Kadang jika di suatu percakapan, engkau tidak mengerti dengan maksud pembicaraanku, aku membentakmu, Bu. Di saat itu aku hanya merasa tak bersalah tanpa dosa, tapi mungkin engkau merasakan sakit yang begitu dalam. Betapa aku ini tidak tahu balas budi. Maafkan aku Bu. Aku pun teringat ketika engkau membangunkanku di pagi hari untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Tapi, dengan santainya aku menjawab “nanti” dan akhirnya engkau pun menyelesaikannya sendiri. Betapa tidak tahu malunya aku padamu, Bu. Aku yang masih muda dan gigih membiarkanmu melakukan itu.
Ketika aku kembali untuk menuntut ilmu di kota ini, engkau selalu berpesan untuk rajin belajar, selalu mendoakanku agar aku mendapat peringkat pertama seperti yang selalu kuraih dulu. Tapi, setelah di sini aku mulai lalai lagi dan tak mengindahkan pesanmu itu, Bu. Aku jarang belajar dengan alasan sibuk dan sebagainya. Aku mengambinghitamkan kegiatan a b c d dan selalu mencaripembelaan di kala nilaiku tak seperti yang kauharapkan.memang benar, engkau tak pernah marah, tetapi ini adalah sosok negatifku Bu. Jika dilihat berdasarkan prosesnya, aku memang tak segigih dulu, tak setekun dulu dalam berikhtiar dan berusaha. Maafkan aku, Bu. Aku janji akan memperbaiki diriku. Aku sayang Ibu.
**********************************************************************************
Teringat percakapan siang tadi dengan bibi yang biasanya membersihkan kosan. Tadi siang sudah jam 10.00, tapi bibi masih nyetrika di kosan. Aku pun memulai pembicaraan,
“ Bi, kok belum pulang udah siang gini?”
“ Iya, Neng. Setrikaannya banyak. Mana ni gasnya habis, padahal tadi Bibi mau manasin nasi sama buat susu”
“Oh iya, Bi? Bibi belum makan? Bukannya biasanya bawa dari rumah, Bi?”
“Tadi kesiangan dan ga sempet Neng”
“Ini saya punya roti, Bi”
Upppsss ternyata rotinya sudah kadaluwarsa kemaren. Si Bibi mau makan tapi akhirnya aku melarangnya. Dan aku teringat,
“Bi, saya punya donat . Tadi pagi beli pas mau kuliah”
Aku berikan donat itu pada Bibi sekaligus aku beri sebotol susu kecil.
Bibi langsung makan dengan lahap
“Alhamdulillah, makasih ya Neng”
“Ini tadi saya beli nasi, Bi. Kita bagi dua aja ya Bi”
Aku harus makan nasi karena masih sakit. Jadi aku bagi dua. Awalnya bibi menolak, tapi akhirnya kami makan sama-sama.
Sambil makan, banyak hal yang kami bicarakan. Semuanya tentang keluarga bibi. Beliau menderita maag kronis dan kalau lapar sedikit tidak segera makan, perutnya perih. Beliau mengaku bekerja membanting tulang untuk anaknya yang sekarang duduk di kelas 3 SMP dan akan melanjutkan ke SMA. Dan sedihnya, ternyata suami beliau sudah meninggal. Beliau cerita sudah pernah meminta bantuan keringanan ke sekolah, tapi ditolak. Suaminya dulu bekerja mengayuh becak di sekitar kampus, tetapi karena usia akhirnya beliau meninggal. Anaknya yang pertama sudah menikah, tetapi ia berperangai keras dan sangat tempramen, sampai – sampai kaca rumah bibi pernah dibanting. Sekarang ia sudah tidak pernah ngomong dengan anak pertamanya itu. Anaknya yang kedua belum menikah dan masih tingggal bersamanya. Anaknya yang ketiga sudah menikah dan yang keempat adalah yang duduk di bangku kelas 3 SMP.
Dari cerita bibi, aku merasa begitu iba. Ternyata seperti itulah perjuangan seorang ibu. Aku yakin, bibi tidak akan pernah menceritakan keluh kesahnya itu pada anak – anaknya karena rasa sayangnya. Mungkin seperti itu pula ibuku. Bahkan di akhir percakapan bibi bilang, “kalau punya makanan dan gag dimakan, jangan dibiarkan menjamur dan dibuang ya Neng, buat Bibi aja”. Terakhir aku ingat membuang 8 lembar roti tawar di tempat sampah depan kamar karena sudah berjamur. Astaghfirullah. Ternyata di sekitarku banyak orang yang membutuhkan. Maafkan aku ya ALLAH.
***********************************************************************************
Malam ini, harusnya aku pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan sejak lama selama empat hari. Tetapi, walaupun hati berkehendak, ALLAH punya keinginan lain. Aku dapat mengambil hikmah di hari ini. Sesuatu yang indah. Sesuatu yang tidak akan pernah terganti dengan apapun. Ketulusan seorang Ibu dalam menyayangi. Aku sayang Ibu^^
Bogor, 18 Maret 2011
Red Zone^^
Fikulli makanin adzkuruhu wa-azhollu azhollu uroddiduhu
Ummi yaa ruuhi wa-hayati yaa bahjata nafsi wamunaati
Unsi filhadhiri wal-ati...
Allohu ta'aala aushoni fissirri walau fil i'laani
Bilbirri laki wal-ihsaani...
Ismuki manquusyun fi qolbi Hubbuki yahdini fi darbi
wadu'a-i yahfazhuki robbiy..
Tepat pukul 21.14 di ruangan 2,25mx2,25m ini aku menitikan air mata karena kerinduanku pada sosok yang sangat berarti bagiku. Beliau adalah orang yang banyak berkorban untukku dan keluargaku. “IBUUUKK aku kangen banget”, jerit dari palung hatiku. Tapi, aku tak mungkin menelpon atau mengirim sms malam-malam begini. Aku takut mengganggu istirahatmu, Bu. Aku takut membuatmu khawatir. Apalagi jika engkau mendengar isak tangisku karena merindukanmu.
Ibuk, maaf aku sering lalai dalam menjalankan amanahku di perguruan tinggi ini, padahal engkau hanya ingin melihatku menjadi seorang SARJANA. Hanya sebuah kata yang berarti, SARJANA. Aku telah banyak menyia nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, Bu. Bahkan hari ini seharusnya aku berangkat kursus, tapi karena alasan kesehatan aku tidak berangkat. Padahal dari awal pembayaran aku hanya sempat berangkat sekali, entah itu karena alasan rapat, sakit, bahkan malas, aku tidak menunaikan janjiku padamu. Aku ingat dulu kettika meminta uang pembayaran kursus, dengan sangat ngotot aku minta agar engkau segera mengirimkan uang dengan jumlah yang begitu bernilai. Aku tak tahu engkau mengusahakan darimana uang itu, apakah uang sendiri atau meminjam pada tetangga untuk memenuhi keinginanku.
Kemarin, kurang lebih tiga minggu aku sakit. Sakit karena kesalahanku sendiri yang tidak mengatur pola makan di tengah kesibukan yang ada. Serangan Salmonella thyposa kualami selama 2 minggu. Sudah cukup banyak kuhabiskan uang dari rumah. Tetapi, setelah sembuh aku kembali telat makan dan sibuk lagi dengan agenda – agendaku. Kemudian sakit lagi selama 1 minggu dan kembali merogoh kocekmu. Ibu, aku minta maaf sebesar – besarnya padamu. Aku telah banyak merepotkanmu tanpa pernah memberimu kebahagiaan. Hingga saat teman – temanku telah sukses dan berprestasi aku belum bisa memberikan sesuatu yang bisa membuatmu tersenyum.
Sekilas teringat di kala engkau membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan kami. Engkau korbankan waktu yang seharusnya bisa kau gunakan untuk merilekskan diri atau sekedar meluruskan punggung karena begitu banyaknya tugas rumah yang kau kerjakan setiap harinya. Tapi, kau tetap berjuang untuk membantu Bapak bekerja. Maaf ya Bu, aku harus membiarkanmu seperti ini. Di umurku yang sudah 19 tahun, aku belum mampu membuatmu duduk manis di rumah, padahal kau telah mengandungku selama 9 bulan, membesarkanku hingga kini. Hingga aku berumur 19 tahun kau masih sering menasihatiku. Betapa aku ini masih seperti anak kecil.
Kasih sayangmu selalu ada untukku. Tapi, kadang aku tidak mempedulikanmu di kala sedang asyik dengan teman-teman. Kadang jika di suatu percakapan, engkau tidak mengerti dengan maksud pembicaraanku, aku membentakmu, Bu. Di saat itu aku hanya merasa tak bersalah tanpa dosa, tapi mungkin engkau merasakan sakit yang begitu dalam. Betapa aku ini tidak tahu balas budi. Maafkan aku Bu. Aku pun teringat ketika engkau membangunkanku di pagi hari untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Tapi, dengan santainya aku menjawab “nanti” dan akhirnya engkau pun menyelesaikannya sendiri. Betapa tidak tahu malunya aku padamu, Bu. Aku yang masih muda dan gigih membiarkanmu melakukan itu.
Ketika aku kembali untuk menuntut ilmu di kota ini, engkau selalu berpesan untuk rajin belajar, selalu mendoakanku agar aku mendapat peringkat pertama seperti yang selalu kuraih dulu. Tapi, setelah di sini aku mulai lalai lagi dan tak mengindahkan pesanmu itu, Bu. Aku jarang belajar dengan alasan sibuk dan sebagainya. Aku mengambinghitamkan kegiatan a b c d dan selalu mencaripembelaan di kala nilaiku tak seperti yang kauharapkan.memang benar, engkau tak pernah marah, tetapi ini adalah sosok negatifku Bu. Jika dilihat berdasarkan prosesnya, aku memang tak segigih dulu, tak setekun dulu dalam berikhtiar dan berusaha. Maafkan aku, Bu. Aku janji akan memperbaiki diriku. Aku sayang Ibu.
**********************************************************************************
Teringat percakapan siang tadi dengan bibi yang biasanya membersihkan kosan. Tadi siang sudah jam 10.00, tapi bibi masih nyetrika di kosan. Aku pun memulai pembicaraan,
“ Bi, kok belum pulang udah siang gini?”
“ Iya, Neng. Setrikaannya banyak. Mana ni gasnya habis, padahal tadi Bibi mau manasin nasi sama buat susu”
“Oh iya, Bi? Bibi belum makan? Bukannya biasanya bawa dari rumah, Bi?”
“Tadi kesiangan dan ga sempet Neng”
“Ini saya punya roti, Bi”
Upppsss ternyata rotinya sudah kadaluwarsa kemaren. Si Bibi mau makan tapi akhirnya aku melarangnya. Dan aku teringat,
“Bi, saya punya donat . Tadi pagi beli pas mau kuliah”
Aku berikan donat itu pada Bibi sekaligus aku beri sebotol susu kecil.
Bibi langsung makan dengan lahap
“Alhamdulillah, makasih ya Neng”
“Ini tadi saya beli nasi, Bi. Kita bagi dua aja ya Bi”
Aku harus makan nasi karena masih sakit. Jadi aku bagi dua. Awalnya bibi menolak, tapi akhirnya kami makan sama-sama.
Sambil makan, banyak hal yang kami bicarakan. Semuanya tentang keluarga bibi. Beliau menderita maag kronis dan kalau lapar sedikit tidak segera makan, perutnya perih. Beliau mengaku bekerja membanting tulang untuk anaknya yang sekarang duduk di kelas 3 SMP dan akan melanjutkan ke SMA. Dan sedihnya, ternyata suami beliau sudah meninggal. Beliau cerita sudah pernah meminta bantuan keringanan ke sekolah, tapi ditolak. Suaminya dulu bekerja mengayuh becak di sekitar kampus, tetapi karena usia akhirnya beliau meninggal. Anaknya yang pertama sudah menikah, tetapi ia berperangai keras dan sangat tempramen, sampai – sampai kaca rumah bibi pernah dibanting. Sekarang ia sudah tidak pernah ngomong dengan anak pertamanya itu. Anaknya yang kedua belum menikah dan masih tingggal bersamanya. Anaknya yang ketiga sudah menikah dan yang keempat adalah yang duduk di bangku kelas 3 SMP.
Dari cerita bibi, aku merasa begitu iba. Ternyata seperti itulah perjuangan seorang ibu. Aku yakin, bibi tidak akan pernah menceritakan keluh kesahnya itu pada anak – anaknya karena rasa sayangnya. Mungkin seperti itu pula ibuku. Bahkan di akhir percakapan bibi bilang, “kalau punya makanan dan gag dimakan, jangan dibiarkan menjamur dan dibuang ya Neng, buat Bibi aja”. Terakhir aku ingat membuang 8 lembar roti tawar di tempat sampah depan kamar karena sudah berjamur. Astaghfirullah. Ternyata di sekitarku banyak orang yang membutuhkan. Maafkan aku ya ALLAH.
***********************************************************************************
Malam ini, harusnya aku pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan sejak lama selama empat hari. Tetapi, walaupun hati berkehendak, ALLAH punya keinginan lain. Aku dapat mengambil hikmah di hari ini. Sesuatu yang indah. Sesuatu yang tidak akan pernah terganti dengan apapun. Ketulusan seorang Ibu dalam menyayangi. Aku sayang Ibu^^
Bogor, 18 Maret 2011
Red Zone^^
Senin, 28 Februari 2011
This is Fallen Teen, not Vallentine
SEJARAH VALENTINE
Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir atau pejuang Kristen.Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 – 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut Claudius II dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.
Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.
Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya “From Your Valentine”
Dua ratus tahun setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Februari 496 sebagai hari Velentine.
Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.
Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 15 Februari merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno, Dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa Dewi Juno adalah dewi cinta.
Pada tanggal 14 Februari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas, ia akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ‘galentine’ yang berasal dari kata galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Februari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.
Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.
PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen terbukti dari pengukuhan Hari Valentine oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen.Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6
Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim
Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Februari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.
Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad
Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.
Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu Valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :
Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36
Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu alam.
Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir atau pejuang Kristen.Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 – 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut Claudius II dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.
Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.
Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya “From Your Valentine”
Dua ratus tahun setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Februari 496 sebagai hari Velentine.
Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.
Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 15 Februari merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno, Dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa Dewi Juno adalah dewi cinta.
Pada tanggal 14 Februari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas, ia akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ‘galentine’ yang berasal dari kata galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Februari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.
Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.
PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen terbukti dari pengukuhan Hari Valentine oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen.Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6
Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim
Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Februari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.
Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad
Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.
Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu Valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :
Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36
Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ?sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu alam.
NARKOBA DAN ALQUR'AN
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya.” (Al Ma’idah: 88). Ayat tersebut seharusnya membangunkan kita dari tidur panjang selama ini. Betapa tragisnya nasib bangsa kita akibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang semakin meningkat. Padahal pada tanggal 10 Februari 1976, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) telah menetapkan fatwa haram terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. MUI menyatakan bahwa agama Islam melarang umatnya memasukkan sesuatu benda atau bahan yang merugikan kesehatan jasmani, akal, jiwa, dan harta benda ke dalam tubuh karena penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, terutama di kalangan remaja. MUI pun meminta perang terhadap narkoba terus dilakukan.
Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa sesuatu akan menjadi buruk karena sifatnya, disebutkan dalam Surat Al A`raaf:157, “….dan menghalalkan bagi mereka segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala hal yang buruk....”. Narkoba memiliki kesamaan sifat dengan khamr, yaitu memabukkan. Dalam ayat lain disebutkan, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah kepada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Al Baqarah : 219). Dari ayat tersebut jelas bahwa minuman keras memabukkan dan haram. Narkoba tidak hanya membuat orang menjadi mabuk tetapi juga mati. Melihat narkoba yang lebih berbahaya daripada minuman keras, maka narkoba lebih haram daripada minuman keras. “Setiap zat yang memabukkan itu khamr dan setiap zat yang memabukkan itu haram.” (HR. Abdullah Ibnu Umar). Hal yang memabukkan menyebabkan sistem saraf dan organ – organ tubuh terganggu. Pecandu akan mengalami gangguan mental yang mempengaruhi kehidupan sosialnya. Mereka akan mengalami ketergantungan pada narkoba dan menganggap tidak bisa hidup tanpa narkoba. Ketergantungan tersebut akan menimbulkan rasa sakit bila ada upaya mengurangi penggunaan atau menghentikannya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk menjauhinya. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” ( Al Maidah : 90 ).
Narkoba yang dikonsumsi pada dosis tinggi dapat menyebabkan kematian. Jumlah angka kematian pecandu narkoba pada kisaran 15.000 orang meninggal per tahun, 41 orang meninggal per hari, atau hampir 2 orang meninggal setiap jamnya. Hal ini sangat bertentangan dengan Surat Al Baqarah ayat 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan…” dan ayat lain, ”Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”(An Nisa : 29). Betapa mulianya Islam dalam mengatur kehidupan umatnya. Sebagai manusia, kita harus sadar bahwa Allah sangat menyayangi hamba-Nya dan melarang umat manusia melakukan hal yang merugikan.
Narkoba tidak hanya membuat belasan ribu jiwa melayang setiap tahunnya. Berdasarkan data, narkoba juga telah membuat bangsa ini mengalami kerugian dengan biaya ekonomi berjumlah triliunan rupiah. Secara personal, seorang pecandu akan menghabiskan uangnya untuk hal – hal yang tidak bermanfaat. Sekali lagi ditegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak sesuai dengan Ail Qur’an yang menyatakan, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” ( Al Isra’ : 26 – 27 ).
Saatnya mengisi hidup ini dengan sesuatu yang berguna, meski hanya dengan sesuatu yang kecil. Jangan pernah mencoba dan bermain dengan narkoba, semua kenikmatan sementara yang ditawarkannya adalah racun. Narkoba hanyalah barang haram yang akan menghancurkan hidup kita. Hiduplah di dunia ini seakan – akan kita orang asing atau orang yang sedang melintasi jalan. Jika memasuki waktu sore hendaknya tidak menunggu datangnya waktu pagi. Begitu pula sebaliknya. Jadilah orang yang bermanfaat karena sebaik – baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Dalam Al Qur’an dipaparkan bahwa sesuatu akan menjadi buruk karena sifatnya, disebutkan dalam Surat Al A`raaf:157, “….dan menghalalkan bagi mereka segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala hal yang buruk....”. Narkoba memiliki kesamaan sifat dengan khamr, yaitu memabukkan. Dalam ayat lain disebutkan, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah kepada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Al Baqarah : 219). Dari ayat tersebut jelas bahwa minuman keras memabukkan dan haram. Narkoba tidak hanya membuat orang menjadi mabuk tetapi juga mati. Melihat narkoba yang lebih berbahaya daripada minuman keras, maka narkoba lebih haram daripada minuman keras. “Setiap zat yang memabukkan itu khamr dan setiap zat yang memabukkan itu haram.” (HR. Abdullah Ibnu Umar). Hal yang memabukkan menyebabkan sistem saraf dan organ – organ tubuh terganggu. Pecandu akan mengalami gangguan mental yang mempengaruhi kehidupan sosialnya. Mereka akan mengalami ketergantungan pada narkoba dan menganggap tidak bisa hidup tanpa narkoba. Ketergantungan tersebut akan menimbulkan rasa sakit bila ada upaya mengurangi penggunaan atau menghentikannya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk menjauhinya. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” ( Al Maidah : 90 ).
Narkoba yang dikonsumsi pada dosis tinggi dapat menyebabkan kematian. Jumlah angka kematian pecandu narkoba pada kisaran 15.000 orang meninggal per tahun, 41 orang meninggal per hari, atau hampir 2 orang meninggal setiap jamnya. Hal ini sangat bertentangan dengan Surat Al Baqarah ayat 195, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan…” dan ayat lain, ”Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”(An Nisa : 29). Betapa mulianya Islam dalam mengatur kehidupan umatnya. Sebagai manusia, kita harus sadar bahwa Allah sangat menyayangi hamba-Nya dan melarang umat manusia melakukan hal yang merugikan.
Narkoba tidak hanya membuat belasan ribu jiwa melayang setiap tahunnya. Berdasarkan data, narkoba juga telah membuat bangsa ini mengalami kerugian dengan biaya ekonomi berjumlah triliunan rupiah. Secara personal, seorang pecandu akan menghabiskan uangnya untuk hal – hal yang tidak bermanfaat. Sekali lagi ditegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak sesuai dengan Ail Qur’an yang menyatakan, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” ( Al Isra’ : 26 – 27 ).
Saatnya mengisi hidup ini dengan sesuatu yang berguna, meski hanya dengan sesuatu yang kecil. Jangan pernah mencoba dan bermain dengan narkoba, semua kenikmatan sementara yang ditawarkannya adalah racun. Narkoba hanyalah barang haram yang akan menghancurkan hidup kita. Hiduplah di dunia ini seakan – akan kita orang asing atau orang yang sedang melintasi jalan. Jika memasuki waktu sore hendaknya tidak menunggu datangnya waktu pagi. Begitu pula sebaliknya. Jadilah orang yang bermanfaat karena sebaik – baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Kamis, 17 Februari 2011
Program Untuk Birena
Selama satu tahun menjadi pengurus Birena, saya menemukan banyak hal baru yang sebelumnya belum pernah saya temui. Menurut saya, Birena adalah ladang dakwah yang mulia. Alasan pertama, Birena memiliki tujuan yang mulia, yaitu mendidik anak – anak dan remaja agar mereka mengenal Islam lebih dalam. Kedua, Birena adalah bagian dari LDK Al Hurriyyah yang benar – benar membutuhkan keistiqamahan tinggi daripada departemen lainnya. Hal inilah yang bisa melatih kita untuk menjaga keistiqamahan. Selain itu, ada suatu kebahagiaan lain di Birena. Birena selalu mengadakan program bimbingan setiap minggu dan sebagai pengurus kita tidak perlu mencari peserta untuk dibimbing. Begitu banyak anak – anak dan remaja yang datang untuk menimba ilmu dari kita. Di sinilah kita akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri agar bisa memberikan yang terbaik untuk adik – adik.
Segala sesuatu tidak lepas dari kekurangan. Secara keseluruhan sistem mengajar di Birena sudah baik. Tetai tidak da salahnya jika kia melakukan perbaikan. Saya memiliki beberapa inovasi untuk Birena ke depannya :
1. Menciptakan kondisi kelas yang nyaman
Perwujudannya bisa dilakukan dengan membersihkan kelas dan merapikan barang – barang di kelas. Arsip – arsip yang memang sudah tidak dibutuhkan lagi bisa disimpan di dalam kardus dan disimpan secara rapi. Renovasi kelas juga perlu dilakukan agar pengurus dan adik – adik betah di kelas. Salah satu caranya adalah menghias dan mengecat ulang ruang kelas serta membeli alat – alat baru untuk mengganti yang sudah rusak.
2. Upgrading pengurus
Upgrading ditujukan untuk meningkatkan kualitas input pengurus dan meluruskan niat kembali untuk selalu berkontribusi di Birena. Hal ini dilakukan karena tidak menutup kemungkinan pengurus merasa jenuh dalam menjalankan tugasnya terkait dengan amanah – amanah lain dan masalah pribadi yang dialami. Selain itu dalam upgrading juga bisa diisi pelatihan agar pengurus bisa menyampaikan materi dengan menarik kepada adik – adik.
3. Penguatan ukhuwah pengurus
Mabit dan rihlah adalah salah satu cara utuk meningkatkan ukhuwah antarpengurus. Jika ukhuwah telah terbentuk maka kerja sama juga lebih mudah dilakukan, kepedulian antarpegurus akan tercipta, dan tumbuh rasa persaudaraan.
4. Memperbaiki kurikulum
Membuat presensi untuk pengurus dan adik. Jika ada pengurus yang tidak bisa hadir diharap membuat surat izin yang bisa dititipkan kepada pengurus lain yang hadir untuk arsip dan kejelasan serta mencegah adanya su’udzan terhadap pengurus yang tidak hadir tersebut. Kurikulum belajar adik – adik juga harus diperbaiki dan diperbarui secara teratur dan sistematis. Artinya, materi yang disampaikan kepada adik memiliki tingkatan yang semakin tinggi di tiap minggunya agarkapasitas adik bertambah.
5. Menjalin hubungan kerja dengan penerbit
Salah satu acara di Birena adalah reding time yang bertujuan meningkatkan minat baca adik. Jika buku – buku di perpustakaan diperbarui, minat baca adik akan bertambah karena pasti ada adik yang merasa bosan jika di perpustakaan hanya tersedia buku yang sama setiap harinya. Keuntungannya jika kita melakukan kerja sama dengan penerbit adalah bisa mendapatkan potongan harga dan bisa mendapat pasokan buku atau majalah anak – anak secara berkala. Kita juga bisa meminjamkan buku – buku di perpus untuk dibawa pulang adik – adik supaya lebih bermanfaat. Untuk pengembangan perpustakaan, perlu juga dibuat PJ perpus untuk mengatur segala mekanisme buku termasuk peminjaman.
6. Birena Product
Pembinaan kreativitas bisa dilakukan dengan membimbing adik – adik untuk menciptakan suatu produk. Di sini kita bisa melatih adik –adik untuk berkarya dan mencari penghasilan sendiri. Produk tersebut bisa dijual di BookStore atau dijual adik – adik di tempat mereka tinggal. Cara ini bisa sekaligus menjadi cara untuk membuat anak(non-Birena) tertarik masuk ke Birena.
7. Ekskul Birena
Membuat daftar – daftar ekstrakurikuler untuk adik – adik sesuai dengan minat dan bakatnya. Ekskul ini disesuaikan dengan output yang ingin dicapai oleh Birena. Ekskul ini juga berguna untuk menyiapkan adik dalam kompetisi – kompetisi yang ada. Pembinaan secara kontinu akan memberi hasil yang optimal daripada pembinaan ketika akan menghadapi kompetisi.
8. AMT adik
AMT ini bertujuan untuk memotivasi adik dan memunculkan sikap berani pada adik sehingga semua adik bisa memiliki jiwa kritis dan respon yang tinggi terhadap sesuatu. Misalnya, jika ada seorang pembin yang minta pendapat, mereka tidak hanya diam, tetapi memberi respon positif. Tentunya hal ii tidak hanya beguna di Birena saja. Tetapi juga berguna di tempat adik sekolah dan bersosialisasi.
9. Rihlah adik
Rihlah ini ditujukan untuk refreshing adik – adik. Salah satu kendala yang dihadapi untuk rihlah adalah biaya. Untuk mengatasinya, pengurus bisa memperbanyak mencari donatur.
10. Ujian Umum
Ujian ini ditujukan untuk peningkatan level adik – adik. Harapannya dengan adanya ujian, adik – adik lebih bersemangat belajar. Dari sini kita bisa memberikan apresiasi kepada adik terbaik untuk setiap tahunnya. Ujian ini juga bisa menjadi evaluasi bagi para pembina terhadap presentase keberhasilan mengajar. Jika adik banyak yang mengerti dan lulus ujian, berarti pembina sudah bisa menyampaikan materi dengan baik. Kegiatan AMT cocok dilaksanakan sebelum ujian. Untuk mendukung ujian ini, selama belajar mengajar perlu disiapkan modul untuk adik. (evaluasi : selama kegiatan Biru kebanyakan adik mencatat sehingga kurang memperhatikan dan meresapi materi)
Segala sesuatu tidak lepas dari kekurangan. Secara keseluruhan sistem mengajar di Birena sudah baik. Tetai tidak da salahnya jika kia melakukan perbaikan. Saya memiliki beberapa inovasi untuk Birena ke depannya :
1. Menciptakan kondisi kelas yang nyaman
Perwujudannya bisa dilakukan dengan membersihkan kelas dan merapikan barang – barang di kelas. Arsip – arsip yang memang sudah tidak dibutuhkan lagi bisa disimpan di dalam kardus dan disimpan secara rapi. Renovasi kelas juga perlu dilakukan agar pengurus dan adik – adik betah di kelas. Salah satu caranya adalah menghias dan mengecat ulang ruang kelas serta membeli alat – alat baru untuk mengganti yang sudah rusak.
2. Upgrading pengurus
Upgrading ditujukan untuk meningkatkan kualitas input pengurus dan meluruskan niat kembali untuk selalu berkontribusi di Birena. Hal ini dilakukan karena tidak menutup kemungkinan pengurus merasa jenuh dalam menjalankan tugasnya terkait dengan amanah – amanah lain dan masalah pribadi yang dialami. Selain itu dalam upgrading juga bisa diisi pelatihan agar pengurus bisa menyampaikan materi dengan menarik kepada adik – adik.
3. Penguatan ukhuwah pengurus
Mabit dan rihlah adalah salah satu cara utuk meningkatkan ukhuwah antarpengurus. Jika ukhuwah telah terbentuk maka kerja sama juga lebih mudah dilakukan, kepedulian antarpegurus akan tercipta, dan tumbuh rasa persaudaraan.
4. Memperbaiki kurikulum
Membuat presensi untuk pengurus dan adik. Jika ada pengurus yang tidak bisa hadir diharap membuat surat izin yang bisa dititipkan kepada pengurus lain yang hadir untuk arsip dan kejelasan serta mencegah adanya su’udzan terhadap pengurus yang tidak hadir tersebut. Kurikulum belajar adik – adik juga harus diperbaiki dan diperbarui secara teratur dan sistematis. Artinya, materi yang disampaikan kepada adik memiliki tingkatan yang semakin tinggi di tiap minggunya agarkapasitas adik bertambah.
5. Menjalin hubungan kerja dengan penerbit
Salah satu acara di Birena adalah reding time yang bertujuan meningkatkan minat baca adik. Jika buku – buku di perpustakaan diperbarui, minat baca adik akan bertambah karena pasti ada adik yang merasa bosan jika di perpustakaan hanya tersedia buku yang sama setiap harinya. Keuntungannya jika kita melakukan kerja sama dengan penerbit adalah bisa mendapatkan potongan harga dan bisa mendapat pasokan buku atau majalah anak – anak secara berkala. Kita juga bisa meminjamkan buku – buku di perpus untuk dibawa pulang adik – adik supaya lebih bermanfaat. Untuk pengembangan perpustakaan, perlu juga dibuat PJ perpus untuk mengatur segala mekanisme buku termasuk peminjaman.
6. Birena Product
Pembinaan kreativitas bisa dilakukan dengan membimbing adik – adik untuk menciptakan suatu produk. Di sini kita bisa melatih adik –adik untuk berkarya dan mencari penghasilan sendiri. Produk tersebut bisa dijual di BookStore atau dijual adik – adik di tempat mereka tinggal. Cara ini bisa sekaligus menjadi cara untuk membuat anak(non-Birena) tertarik masuk ke Birena.
7. Ekskul Birena
Membuat daftar – daftar ekstrakurikuler untuk adik – adik sesuai dengan minat dan bakatnya. Ekskul ini disesuaikan dengan output yang ingin dicapai oleh Birena. Ekskul ini juga berguna untuk menyiapkan adik dalam kompetisi – kompetisi yang ada. Pembinaan secara kontinu akan memberi hasil yang optimal daripada pembinaan ketika akan menghadapi kompetisi.
8. AMT adik
AMT ini bertujuan untuk memotivasi adik dan memunculkan sikap berani pada adik sehingga semua adik bisa memiliki jiwa kritis dan respon yang tinggi terhadap sesuatu. Misalnya, jika ada seorang pembin yang minta pendapat, mereka tidak hanya diam, tetapi memberi respon positif. Tentunya hal ii tidak hanya beguna di Birena saja. Tetapi juga berguna di tempat adik sekolah dan bersosialisasi.
9. Rihlah adik
Rihlah ini ditujukan untuk refreshing adik – adik. Salah satu kendala yang dihadapi untuk rihlah adalah biaya. Untuk mengatasinya, pengurus bisa memperbanyak mencari donatur.
10. Ujian Umum
Ujian ini ditujukan untuk peningkatan level adik – adik. Harapannya dengan adanya ujian, adik – adik lebih bersemangat belajar. Dari sini kita bisa memberikan apresiasi kepada adik terbaik untuk setiap tahunnya. Ujian ini juga bisa menjadi evaluasi bagi para pembina terhadap presentase keberhasilan mengajar. Jika adik banyak yang mengerti dan lulus ujian, berarti pembina sudah bisa menyampaikan materi dengan baik. Kegiatan AMT cocok dilaksanakan sebelum ujian. Untuk mendukung ujian ini, selama belajar mengajar perlu disiapkan modul untuk adik. (evaluasi : selama kegiatan Biru kebanyakan adik mencatat sehingga kurang memperhatikan dan meresapi materi)
Rantai Karbon Pertama di Kamar Baru
Ini post pertamaku, jd harap maklum klo masih acakadut gajelas ya
Hummph, hr ni tepat tgl 28 Januari 2011. Rencana pindah kosan emg udah lama, tp ru bisa kelaksana hari nii,soalny masih ada hal yang harus diurus (ceilee)..
Ok, langsung aja,, dengan semangat 45 aku dh siap2 bwt angkut2, soalnya malu uda diliatin mas fotocopian,haha..bolak balik bawa kardus, tas , ember dsb,,hohohoo
Aku nunggu temen mbil ngenet aja,download driver ceritanya, tp malah salah series,ckckck
Udah ah tu g usa dibahas, inti pokoknya di dini nihhh,
Dy tiba2 datang memanggil namaku,, “Mb Umi”,,
Senyum merekah di wajahku, dalam hati berkata “ Akhirnya bantuan datang “ hehe
Dan ternyata dia membawa berita yang tidak kuinginkan,
Dia bilang “ Nilai M****s dh keluar !”
Huwaaaa aku speechless, terus aku bilang “ Aku dapet apa?”
Dia bilang “C(sambil memperagakan dengan telunjuk dan jempol kanannya)”
Sketika aku lemes, andai ga di warnet pasti dah nangis di tempat,,
Aku mulai berpikir,kenapa bisa dapet nilai itu, percuma sekolah jauh-jauh, dibeliin ini itu buat kuliah, Ya ALLAH, serasa kejatuhan BOM!!!(lebay)
Yaudah kita pending aja sedih2annya, agenda berlanjut, angkut2 barang..hoho
Di kamar merenung, kenapa ini bisa terjadi, apa aku terlalu banyak maksiat? Kurang do’a?kurang ikhtiar?
Akhirnya share dengan seorang sahabat, banyak pesan yang ia sampaikan.
Dia bertanya, “ Apa selama ini km g ngrasa kurang ikhtiar?”
Aku jawab, “ Iya sih, kan sibuk”
“Terus gmn belajarnya?”
“Sebenernya dah tau kan kalau belajarmu itu salah?”
“Udah tahu, sejak UTS malah, tp ya mw gmn lagi, ga ada waktu buat belajar”
“Coba lihat kenapa orang A*****A yang penduduknya bukan Islam lebih berhasil daripada kaum muslimin?”
“Emang dah dari sononya pinter”, jawabku ketus
“Bukan, mereka itu lebih banyak ikhtiarnya sehingga mereka bisa sukses. Mereka ga kenal lelah untuk mencapai setiap penemuan baru”
“Iya sih”, uda mulai males ngomong
“Jadi mulai sekarang di samping berdoa km harus memperbanyak ikhtiar, pasti temen2 yang dapet nilai A itu juga ikhtiarnya tinggi”
“Tapi mereka juga kadang tidur di kelas, tp tetep aja pinter. Tapi kemaren ada yang bikin resume juga sih”?”
“Nah, km bikin gag?”
“Gag.”
Dan akhirnya aku tahu letak kesalahanku,, IKHTIAR IKHTIAR IKHTIAR
Hummph, hr ni tepat tgl 28 Januari 2011. Rencana pindah kosan emg udah lama, tp ru bisa kelaksana hari nii,soalny masih ada hal yang harus diurus (ceilee)..
Ok, langsung aja,, dengan semangat 45 aku dh siap2 bwt angkut2, soalnya malu uda diliatin mas fotocopian,haha..bolak balik bawa kardus, tas , ember dsb,,hohohoo
Aku nunggu temen mbil ngenet aja,download driver ceritanya, tp malah salah series,ckckck
Udah ah tu g usa dibahas, inti pokoknya di dini nihhh,
Dy tiba2 datang memanggil namaku,, “Mb Umi”,,
Senyum merekah di wajahku, dalam hati berkata “ Akhirnya bantuan datang “ hehe
Dan ternyata dia membawa berita yang tidak kuinginkan,
Dia bilang “ Nilai M****s dh keluar !”
Huwaaaa aku speechless, terus aku bilang “ Aku dapet apa?”
Dia bilang “C(sambil memperagakan dengan telunjuk dan jempol kanannya)”
Sketika aku lemes, andai ga di warnet pasti dah nangis di tempat,,
Aku mulai berpikir,kenapa bisa dapet nilai itu, percuma sekolah jauh-jauh, dibeliin ini itu buat kuliah, Ya ALLAH, serasa kejatuhan BOM!!!(lebay)
Yaudah kita pending aja sedih2annya, agenda berlanjut, angkut2 barang..hoho
Di kamar merenung, kenapa ini bisa terjadi, apa aku terlalu banyak maksiat? Kurang do’a?kurang ikhtiar?
Akhirnya share dengan seorang sahabat, banyak pesan yang ia sampaikan.
Dia bertanya, “ Apa selama ini km g ngrasa kurang ikhtiar?”
Aku jawab, “ Iya sih, kan sibuk”
“Terus gmn belajarnya?”
“Sebenernya dah tau kan kalau belajarmu itu salah?”
“Udah tahu, sejak UTS malah, tp ya mw gmn lagi, ga ada waktu buat belajar”
“Coba lihat kenapa orang A*****A yang penduduknya bukan Islam lebih berhasil daripada kaum muslimin?”
“Emang dah dari sononya pinter”, jawabku ketus
“Bukan, mereka itu lebih banyak ikhtiarnya sehingga mereka bisa sukses. Mereka ga kenal lelah untuk mencapai setiap penemuan baru”
“Iya sih”, uda mulai males ngomong
“Jadi mulai sekarang di samping berdoa km harus memperbanyak ikhtiar, pasti temen2 yang dapet nilai A itu juga ikhtiarnya tinggi”
“Tapi mereka juga kadang tidur di kelas, tp tetep aja pinter. Tapi kemaren ada yang bikin resume juga sih”?”
“Nah, km bikin gag?”
“Gag.”
Dan akhirnya aku tahu letak kesalahanku,, IKHTIAR IKHTIAR IKHTIAR
Langganan:
Postingan (Atom)